“Manajer Besar” Memimpin dengan Berbeda

Manajer besar mendapatkan hasil yang berulang-ulang dengan melakukan hal secara berbeda dibandingkan kebijaksanaan konvensional. Artikel ini menjabarkan bagaimana para manajer besar menggunakan apa yang kita ketahui tapi menolak melakukannya. Kelompok manajer ini memilih jalur yang berbeda yang sering bertolak belakang dengan praktek bisnis yang masih menggunakan kebijakan konvensional. Sementara yang lain berharap manajer besar dapat mencapainya. Model yang mereka tunjukkan bukanlah rahasia besar dan dapat dengan mudah didefinisikan dan dijabarkan .

Pertama:
Memberikan jenis misi perintah. Cara terbaik untuk memaksimalkan waktu manajemen dan mendapatkan hasil maksimal adalah memberikan pernyataan tugas dan kemudian menjalankannya . Manajer menjelaskan apa yang mereka inginkan dalam istilah hasil. Mereka tidak tertarik bagaimana karyawan menyelesaikan tugasnya selama semua yang dilakukan sesuai dengan sistem kebijakan dan prosedure korporat. Ini akan membebaskan para manajer untuk menghabiskan lebih banyak waktu memberikan perintah misi pada karywan lainnya. Manajer tidak terikat untuk mengembangkan detil sehingga semakin banyak situasi yang bisa diatasi dalam satu hari.

Kedua:
Mendorong orang untuk menggunakan bakatnya. Manajer memulai dengan menggelilingi diri mereka sendiri dengan bakat. Mereka yakin bahwa kuncinya adalah menemukan bakat yang baik kemudian menggunakan secara penuh. Dengan menyatakan apa yang harus dicapai daripada bagaimana melakukannya, manajer mendorong karywan menggunakan bakatnya untuk mendemukan solusi kreatif. Hal ini pada akhirnya akan mendorong pengambilan resiko, membangun kepercayaan diri, dan mempromosikan pertumbuhan profesional.

Ketiga:
Memberikan ruang untuk bergerak/beroperasi. Manajer memberikan ruang bagi seseorang untuk menyelesaikan tugasnya tanpa menjadikannya dibatasi. Ini tidak berarti manajer tidak pernah mengecek kemajuannya. Sebuah aturan sederhana untuk diingat; ketika seseorang memerlukan ruang gerak, “orang dewasapun memerlukan supervisi orang dewasa.”

Keempat :
Mengukur hasil bukan aktivitas. seseorang yang sibuk tidak selalu orang yang efektif. Manajer yang berbicara dalam bentuk yang spesifik, keluaran yang terukur. Mereka mengkomunikasikan sasaran dengan jelas. Mereka menghilangkan elemen-elemen yang memberatkan laporan kinerja. Jika ini tidak bisa diukur sesuai yang diinginkan, bentuk yang terukur maka ini tidak memberikan tujuan kinerja. Dengan melakukan yang baik dan tetap sibuk tidak bisa diterima oleh mereka.

Kelima:
Hasil reward. Manajer besar tahu bagaimana nilai reward tangible dan intrinsik. Reward tangible biasanya berupa produk pengakuan organisasi. Manajer menjabarkan alat ini dengan baik. Namun, kekuatan sejati mereka terletak di reward intrinsik seperti pengakuan publik dan kadang ucapan “thank you.”

Keenam :
Hilangkan kinerja buruk. Salah satu kerugian dalam hal efisiensi organisasi adalah kegagalan untuk menghilangkan kinerja marginal. Manajer yang baik tidak akan mentolerir anggota tim yang tidak melakukan bagiannya dalam bebaan kerja. Menghilangkan kinerja buruk berarti menghilangkan kebobrokan kinerja organisasi.

Sumber: http://www.pengusahamuslim.com/modules/smartsection/item.php?itemid=408

Advertisements
This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s