LOSSES SPBU KAITANNYA DENGAN ANGKUTAN TRUK BBM

Sering terdengar komplain oleh SPBU terhadap kekurangan penerimaan BBM yang berkaitan dengan pelayanan yang buruk oleh awak mobil angkutan BBM. Bagaimana Hal ini dapat terjadi?

Beberapa Tehnik kecurangan oknum supir dan /atau kernet mobil tangki terhadap SPBU:

  • Memainkan Kran Angin mobil tangki dengan cara menutup Kran Anginnya yang umumnya terletak disamping kanan luar belakang supir tangki BBM sesaat sebelum pembongkaran BBM di SPBU selesai. Hal tersebut akan mengakibatkan tertahannya sisa minyak BBM yang berada di dalam tangki BBM walaupun mobil BBMnya telah di tongkang dengan menggunakan landasan yang menanjak.
  • Meletakkan Jerigen yang dimodifikasi sedemikian rupa (mirip ayunan di dalam tangki BBM) sehingga dapat termuat di dalam tangki BBM. Hal ini berfungsi sebagai kompartemen kecil yang berada di dalam tangki angkutan BBM sehingga menahan/menampung BBM sehingga tidak dapat keluar dari tangki BBM walaupun mobil truk tangkinya telah di tongkang dengan menggunakan landasan tanjak.
  • Menggunakan selang khusus pada tangki BBM yang terhubung dengan media penyimpanan kecil baik berupa jerigen ataupun botolan air mineral yang telah dikosongkan yang diletakkan di dalam kendaraan/ di belakang kursi supir/kernet.
  • Khusus pada mobil angkutan BBM jenis solar; menghubungkan tangki angkutan mobil BBM dan Tangki bahan bakar mobil angkutan BBM itu sendiri dengan menggunakan selang kecil. Hal ini akan mengakibatkan mengalirnya BBM dari tangki pengakut BBM mengisi tangki BBM mobil angkutan BBM.
  •  

  • Meletakkan kain semacam handuk ke dalam tangki angkutan BBM. Hal ini akan mengakibatkan tertahannya aliran BBM keluar dari dalam tangki angkutan BBM.
  • “Kencing di jalan”, istilah ini menggambarkan proses pencurian BBM yang dilakukan pada saat mobil tangki BBM telah keluar dari depot/instalasi dan sedang menuju ke SPBU. Hal ini dilakukan dengan cara konvensional mengeluarkan BBM dari angkutan tangki BBM dengan cara memutus segel bawah kran pengeluaran BBM atau segel atas man hole tangki BBM. Hal ini patut dicurigai apabila toleransi waktu tiba mobil tangki telat atau diluar waktu sewajarnya.
  • “Minyak titipan/pesanan khusus”, misalkan SPBU A akan dikurangi minyaknya sejumlah 200 liter dari Delivery Order 8.000 liter, sehingga SPBU A hanya mendapatkan 7.800 liter, SPBU B mendapat tambahan minyak sebesar  200 liter sehingga SPBU B akan menerima kelebihan minyak sebesar 200 liter dari DO 8.000 liter dengan total 8.200 liter. Hal ini Dapat terjadi apabila SPBU A memberikan sedikit uang pengantar faktur ke supir/kernat dan mendapat lebih uang pengantar faktur pada SPBU B. Modus ini juga tidak akan dapat terlaksana apabila tidak ada kerjasama dengan orang dalam pengisian BBM ke mobil tangki (Filling Station Depot/Instalasi). Istilah uang pengantar faktur sebenarnya tidak ada di dalam aturan tetapi karena banyaknya BBM SPBU yang disunat oleh oknum nakal supir/kernet maka uang pengantar faktur tetap diadakan oleh SPBU walaupun buntut-buntutnya minyak SPBU tetap disunat juga.
  • Bekerja sama dengan petugas SPBU dengan system bagi hasil.



Ref: Masukan verbal SPBU, Meterologi, Layanan Jual PT. Pertamina dan pengawasan langsung visual

Advertisements
This entry was posted in SPBU/Gas Station. Bookmark the permalink.